Email: Password:   Lupa Password?
HARMONI SEBUAH KOMUNITAS (Kisah Para Rasul 2: 41 - 47)
oleh Jean Lawalata: 12-12-2011, Dibaca: 5113kali

Kisah Para Rasul 2: 41 - 47

Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. (Kis 2: 47)

 

Satu di dalam rohHu, dalam Roh-Hu Oh bahagia

Di dalam hatiku, di dalam hatimu berpadu jadi Satu

Memuji bersama, berdoa bersama,sekutu dan sehati

Oh indahnya, satu dalam kasih Yesus

 Penggalan pujian yang begitu indah ini menggambarkan bahwa kehidupan memang ada untuk dibagikan.

 Jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2: 41-47, adalah orang-orang yang merespons Kotbah Petrus. Setelah mereka menjadi percaya, mereka mengembangkan sebuah komunitas persekutuan yang berpusat pada Kristus. Mereka memberi diri mereka dibaptis sebagai tanda bahwa mereka diselamatkan, mendasari komunitas mereka di dalam doa dan firman (ay. 41). Kebiasaan mereka belajar Firman dan doa menjadi landasan dalam persekutuan mereka, serta mengupayakan yang terbaik bagi sesama anggota komunitas yang lain (ay. 42). Mereka memberikan apa yang mereka punya untuk memastikan bahwa anggota lain dalam komunitas mereka tercukupi kebutuhannya (ay. 45). Komunitas ini melakukan semua hal diatas dengan gembira dan tulus hati, artinya bahwa tidak ada keterpaksaan dan keegoisan, yang ada adalah kebaikan hati yang muncul sebagai respons mereka kepada Kristus. Hal inilah yang membuat mereka bertumbuh secara pribadi juga secara komunitas, disukai banyak orang, bertambah jumlahnya, dan menjadi sarana orang-orang lain datang mengenal Kristus.

Marilah kita bercermin melihat komunitas kita? Apakah komunitas kita adalah komunitas yang bertumbuh dengan sehat di dalam Firman dan doa? Apakah komunitas kita menjadi komunitas yang mengupayakan yang terbaik bagi setiap anggota komunitas ataukah komunitas kita justru melukai orang-orang yang terlibat di dalamnya? Dibutuhkan kuasa Allah maupun usaha kita untuk menghasilkan komunitas Kristen yang sehat. Marilah kita terus meminta Yesus menolong kita menjadi pribadi-pribadi yang mencintai Tuhan dan jalan-jalan-Nya sehingga komunitas kita sungguh menyatakan Kristus dan setiap orang yang bersentuhan dengan komunitas kita mengenal Kristus.

 Ya Yesus, jadikanlah komunitasku sebagai komunitas yang memulihkan luka dan bukan pemberi luka.


Topik Terkait :
Sejauh Mana Perkantas Telah Menjadi Komunitas yang Radikal? Sebuah refleksi berdasarkan Markus 10:29-30
KOMUNITAS ALTERNATIF ALA YESUS SEBAGAI JAWABAN TERHADAP BENTUK-BENTUK KETIDAKADILAN SOSIAL
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA

215990

Saat ini ada 3 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09
:)...
   intha, 2011-10-31 10:57:53
cara membeli video...
   Akhung, 2011-04-26 16:29:45