Email: Password:   Lupa Password?
Mencipta Budaya Melalui Pemuridan
oleh Anthon K. Mapandin, M.Div: 14-05-2017, Dibaca: 345kali

Pemuridan adalah suatu proses untuk membawa orang dari berpusat pada diri dan beralih kepada pusat hidup yang baru yaitu Kristus. lni adalah proses yang melibatkan pengalaman hidup, baik bagi si pembawa maupun yang dibawa. Si pembawa memberikan pengalaman tentang bagaimana dia beralih dari semua itu, sehingga menjadi sharing yang hidup dan nyata kepada rekan-rekan yang dimuridkan. Intinya menghidupi dan menularkannya. Proses ini adalah proses seumur hidup. Sebuah proses yang membawa manusia untuk secara nyata dan progresif untuk menghidupi kebenaran-kebenaran Kristen.

Ada dua konteks dimana kita hadir. Pertama dunia dengan segala permasalahannya. Kejahatan dan berbagai bentuk disharmoni tumbuh dan berkembang didalamnya. Akibat dari semua itu manusia yang hidup didalamnya kehilangan rasa nyaman dan seringkali ingin melarikan diri dari dunia yang seperti ini. Tetapi ke dalam dunia inilah pengikut Yesus (murid) dipanggil untuk menyatakan Syalom. Konteks kedua adalah diri dengan segala kerapuhannya. Diri yang ingin terus mengejar dan menikmati keinginan daging dan keangkuhan hidup. Dalam konteks seperti pertanyaan "berapa lama lagi ya Tuhan" seringkali muncul akibat beratnya pergumulan diri yang melilit. Jadi disini kita memiliki panggilan "ganda". Untuk konteks yang pertama kita dipanggil untuk bermisi, membawa karya pendamaian yang dilakukan oleh Kristus. Panggilan kedua adalah panggilan untuk Merupa Dia, junjungan kita yang Agung Yesus Kristus. Panggilan ini adalah panggilan pemuridan.

Pertanyaannya mungkinkah pengikut Tuhan bisa berperan? Jawabannya ya dan pasti. Jawaban dan keyakinan ini bukanlah sebuah kepongahan yang berlebih, tetapi fakta sejarah. Sejarah dimana Allah bekerja melalui pengikut-Nya yang setia. Iman Kristen adalah iman yang berakar pada sejarah. Ada dua simpulan sejarah yang bisa kita lihat bagaimana umat Tuhan memberi arah sejarah ini. Pertama adalah peristiwa Keluaran. Bagaimana mereka yang menyandang status budak di Mesir bisa terus bertahan dan memberikan arah dunia ini sampai hari ini. Kedua adalah peristiwa kebangkitan. Kebangkitan telah mencatat bagaimana sekumpulan pengikut Yesus yang sangat minoritas ditengah bayang-bayang kekuasaan penguasa Romawi mampu bertahan dan terus menularkan pengaruh mereka ditengah-tengah tekanan dan ancaman kehilangan nyawa sekalipun. Dua peristiwa ini yang mengubah sejarah sampai hari ini. Mengapa bisa terjadi? Dari sekelompok manusia yang secara manusia tidak mungkin, dengan status sebagai budak sebelumnya, mereka yang hanya dari kalangan rakyat biasa. Kekuatan apa yang meyebabkan pengaruh mereka sedemikian hebat dan tak terbendung oleh kekuatan budaya dan militer yang begitu kuat? Komitmen mereka. Ya komitmen yang sangat kuat untuk mentuhankan Allah mereka sebagai satu-satunya TUHAN dan Raja dalam hidup mereka.

Lalu bagaimana dengan murid Tuhan hari ini? Bagaimana pengaruh para pengikut Kristus bisa berdampak dalam konteks dunia hari ini? Menjawab pertanyaan ini, maka pertanyaannya murid seperti apa yang dihasilkan pelayanan kampus selama ini? Ditengah konteks kebutuhan dan harapan yang mereka miliki Pemuridan yang dibangun dikampus haruslah membawa mahasiswa untuk sungguh memiliki komitmen yang men­Tuhankan dan merajakan Kristus diatas segala-galanya. Tanpa itu maka tidak mungkin kita akan mungkin berbicara tentang pengaruh seperti apa yang akan kita tawarkan kepada dunia yang sudah terpolusi oleh dosa.

Peran dan Pengaruh Seperti Apa Yang Diharapkan? Ujian dari pelayanan Pemuridan yang dikerjakan di kampus adalah ketika mahasiswa masuk dan berperan didalam bidang studi yang mereka geluti selama ini di kampus. Bidang yang juga sudah terpolusi oleh dosa. Kualitas seorang murid hasil binaan akan terlihat bagaimana mereka bekerja dan mempraktekkan ilmu mereka. Jadi dalam dunia kerja inilah mereka akan berperan dan mengabdikan seluruh talenta dan potensi sebagai seorang pengikut Yesus. Marthin Luther pernah berkata bahwa kita bekerja bukan saja sebagai kepedulian untuk memelihara ciptaan, tetapi juga memberinya struktur. Jadi jika struktur dari seluruh pekerjaan ini sudah rusak, maka panggilan pengikut Yesus adalah memberinya struktur. Struktur yang dibangun atas dasar kebenaran Firman Tuhan. Jadi dengan memberinya struktur akan mencipta suatu budaya, dan budaya yang sudah didamaikan dengan Allah oleh orang-orang yang telah mengalami dan menikmati Pendamaian Kristus. Berjuang untuk menciptakan dan membentuk disiplin dalam bekerja, motivasi yang luhur dan yang mau melayani, etos kerja yang agung dan mulia. Dan semua ini hanya akan terjadi jika murid yang dihasilkan kampus adalah yang sungguh sudah tidak ada berhala lain dalam hidup dia selain Kristus.

Jadi dari mana kita memulai untuk menjangkau dan memberi pengaruh di dunia ini. Dimulai dari kampus, dimulai dari kelompok pemuridan. Pengikut Yesus seperti apa yang kita hasilkan. Apakah mereka adalah mahasiswa-mahasiswa yang men-Tuhankan dan mengalami Dia sebagai satu-satunya sumber kepuasan hidup mereka. Yang siap mati untuk Tuhan dan kemuliaan-Nya? Jika itu tidak terjadi maka kita tidak bisa "berbicara lebih jauh" tentang peran dan pengaruh dalam Republik tercinta ini. (*Penulis melayani Pelayanan Mahasiswa di Surabaya)

 


Topik Terkait :
Pemuridan: Kokoh Membangun Negeri
Hai Intelektual Kristen, Dimanakah Kuasamu?
JIKA ANDA SEORANG MURID
Student Today Leader Tomorrow
Persekutuan Mahasiswa Kristen dan Visi Keterlibatan lnjili dalam Pergumulan Dunia
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA

1360302

Saat ini ada 47 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09
:)...
   intha, 2011-10-31 10:57:53