Email: Password:   Lupa Password?
Hai Intelektual Kristen, Dimanakah Kuasamu?
oleh Berman NC Silalahi, SE.: 30-05-2017, Dibaca: 139kali

Beberapa waktu lalu saya dan beberapa teman berkesempatan berdialog dengan salah satu ormas agama yang besar di Indonesia. Di dalam dialog tersebut saya merasa tertampar dengan kesigapan mereka membentuk dan menghasilkan para intelektual agar dapat menjadi agen-agen pembaharu dunia atas permasalahan yang ada di dunia ini melalui penegakan ajaran agama mereka di dunia. Pertemuan ini membuat saya bertanya kepada diri saya sendiri sudah berapa lamakah kekristenen ada di Indonesia? Dimanakah para intelektual Kristen di Indonesia saat ini? Adakah mereka memikirkan permasalahan bangsa ini ataukah mereka merasa nyaman dengan dunia rohani mereka? Adakah para intelektual ini menangkap hati dari kekristenan yang mewujudnyatakannya di dalam dunia melalul ilmu yang mereka tekuni?

 

Siapakah lntelektual Kristen itu?

Siapakah yang dapat disebut intelektual itu? Di dalam sebuah artikel, bapak Yonky Karman mengatakan bahwa seseorang disebut sebagai intelektual bukan karena gelar akademis yang dimilikinya, melainkan karena kemampuannya berpikir secara mendalam dan memberi arah ke mana seharusnya masyarakat bergerak. Kalau begitu apakah intelektual kristen itu? lntelektual Kristen adalah seorang intelektual yang hidupnya diubahkan oleh Kristus dan digerakkan oleh Kristus di dalam seluruh hidupnya dan juga aktivitas intelektualnya. Mereka menyadari, bahwa sebagai seorang Kristen mereka memiliki tanggung jawab bukan hanya kepada Allah saja, tetapi juga tanggung jawab mengusahakan kebaikan bagi bangsa dan negara tempat mereka dilahirkan dan dibesarkan. Dan sebagai seorang intelektual Kristen mereka menyadari bahwa cara pandang Alkitab merupakan cara pandang yang tepat dalam memandang permasalahan bangsa ini dan juga sanggup memberikan arah dan jawaban yang tepat atasnya. Sehingga dia bukan hanya berpikir secara Kristen (berpola pikir seperti Kristus) tetapi juga bertindak secara Kristen (seperti Kristus bertindak).

 

Pemuridan Yang Menghasilkan lntelektual Kristen

Dari manakah intelektual Kristen ini dapat dihasilkan? Dari pemuridan yang baik. Pemuridan yang baik akan mendorong terjadinya pembaharuan di dalam akal budi, sehingga mereka dapat mengerti apa yang baik dan yang berkenan kepada Allah (Roma 12: 2); Pembaharuan akal budi dalam diri para murid akan memberikan perubahan yang mendasar dan signifikan terhadap dasar cara pandang mereka terhadap dunia. Mereka tidak lagi menjadi pribadi yang egois dan berpandangan sempit, melainkan memiliki belas kasihan terhadap seluruh manusia dan dunia yang sudah di rusak oleh dosa. Mereka akan mengasihi dunia, seperti Allah mengasihi dunia, dan bahkan lebih daripada itu mereka akan berupaya mewujudnyatakan kasih Kristus itu di dalam tindakan­tindakan nyata yang transformatif. Pemuridan juga akan mendorong orang-orang percaya untuk menaklukkan segala pikirannya kepada Kristus. Mereka akan meletakkan segala cara pikir dan pemahaman ilmu pengetahuan mereka masing­masing kepada Kristus untuk dimurnikan dan digunakan seturut dengan kehendak Allah. Mereka yang memiliki ilmu pengetahuan dan menaklukkan dirinya kepada Kristus ini akan menyadari adanya hal yang salah, karena pengaruh dosa, di dalam bidang ilmu mereka, dan kemudian mereka akan berusaha mengkritisi dan memberikan solusi yang tepat atas kesalahan-kesalahan tersebut. Bukan hanya itu saja, mereka Juga akan menggunakan ilmu yang telah mereka pelajari untuk menemukan akar permasalahan dalam dunia ini dan memberikan solusi yang tepat dan utuh atasnya. Dan akhirnya mereka juga akan memberikan dirinya untuk terlibat langsung di dalam masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan dunla ini.

 

Mengapa Kuasa lntelektual Kristen Tidak Terasa?

Kalau pemuridan bisa menghasilkan para intelektual Kristen yang peduli terhadap permasalahan dunia dan dapat memberikan solusi atas semuanya itu, mengapa dunia masih begini saja? Mengapa kuasanya tidak dapat dirasakan? Bisa jadi, karena pemuridan kita hanya berfokus pada pembentukan kerohanian pribadi saja. Pemuridan kita senang mengatasi permasalahan dosa para murid serta menikmati penyembahan pribadi kepada Allah saja. Sehingga para intelektual yang dimuridkan hanya berfokus kepada 'bekerja dengan benar' dan 'menjangkau jiwa' saja, tanpa melatih mereka memikirkan solusi atas permasalahan yang terjadi di dalam lingkungan disekitarnya. Hal ini bukan berarti 'bekerja dengan benar' dan 'menjangkau jiwa' adalah hal yang sepele. Tetapi, bukankah jangkauan injil begitu luas, menjangkau segala ciptaan Tuhan di dunia ini. Bukankah dinyatakan dalam Yohanes 3:16 bahwa Allah mengasihi dunia, ditambah lagi dalam Kolose 1:20 yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini sudah diperdamaikan dengan diri-Nya. Kita harus bertobat dari pemuridan yang setengah-setengah ini.

 

Pemuridan lntelektual Kristen Bagi Dunia

Jika demikian, bagaimana seharusnya pemuridan ini dapat menghasilkan intelektual Kristen yang sejati? Dengan cara memuridkan para mahasiswa agar menjadi serupa dengan Kristus, di dalam karakter dan tindakan mereka. Penting bagi mereka untuk mengasihi dunia ini seperti Kristus mengasihi dunia dan berbuat sesuatu baginya. Karena itu pemahaman akan misi Allah bagi dunia menjadi hal yang penting untuk dipelajari dan dipahami dengan baik. Agar mereka memahami dengan baik akan isi hati Allah bagi dunia dan bagi dirinya sendiri. Selain itu diskusi-diskusi akan masalah-masalah yang ada dalam dunia ini akan sangat berperan dalam melatih dan mempertajam cara pikir kristen dalam diri para mahasiswa (kaum intelektual). Di tambah lagi dengan mendorong terjadinya pengalaman bersentuhan dengan masyarakat dan bergerak di dalam dan bersama masyarakat akan melatih kepekaan dan jiwa sosial dalam diri mereka. Sehingga murid-murid yang dihasilkan merupakan gambaran yang utuh akan pribadi Kristus, kasih Kristus, pemikiran Kristus, dan tindakan kepedulian Kristus bagi indonesia, dan bagi dunia ini. (*Penulis melayani Pelayanan Mahasiswa Malang)


Topik Terkait :
JIKA ANDA SEORANG MURID
Mencipta Budaya Melalui Pemuridan
Student Today Leader Tomorrow
Persekutuan Mahasiswa Kristen dan Visi Keterlibatan lnjili dalam Pergumulan Dunia
Train Well, Done Best
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA
Surat Doa Banyuwangi, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 8 kali
Surat Doa Papua, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 7 kali
Surat Doa Mojokerto, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 10 kali
Surat Doa Mataram, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 6 kali
Surat Doa Jember, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 5 kali
Surat Doa Kediri, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 7 kali
Surat Doa Malang, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 8 kali
Lihat Semua Berita >>


1055850

Saat ini ada 10 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09
:)...
   intha, 2011-10-31 10:57:53