Email: Password:   Lupa Password?
Doa: Antara Transformasi Diri dan Transformasi Bangsa
oleh DR.Iman Santoso, Ph.D.: 13-06-2017, Dibaca: 401kali

Perkantas lahir dari kelompok-kelompok siswa, mahasiswa, dan alumni yang berkumpul dalam Persekutuan Firman (Pemahaman Alkitab) dan gerakan doa. Dalam perkembangannya, Perkantas kemudian berkembang dalam gerakan kesaksian melalui Kelompok-kelompok Kecil, dan Persekutuan yang berdoa, mempelajari serta melakukan Firman. Pertumbuhan pelayanan yang diikuti oleh meningkatnya aktivitas pelayanan dapat mengakibatkan kelalaian dalam doa. Padahal pelayanan yang bergantung pada kekuatan manusiawi belaka akan menonjolkan manusia, dan mengkaburkan visi dari Tuhan. Ini dapat berlanjut pada mengeringnya kehidupan persekutuan, kemudian mengarah kepada kematian kehidupan pelayanan dan kehidupan Perkantas sendiri.

Doa menyiapkan hati kita (Mat. 6:9) untuk berjumpa dan bercakap-cakap dengan Tuhan. Doa menghidupkan Firman, dan Firman yang hidup membangkitkan kehidupan doa. Doa adalah tindakan datang dan bersekutu dengan Tuhan, yang berhubungan erat dengan anugerah Allah. Persekutuan yang berdasar anugerah ini akan berbuah pada hadirnya kuasa dan kasih Allah dalam hidup dan pelayanan seorang pendoa. Transformasi hidup pasti dialami oleh para pendoa, bahkan akan terus dialirkan kepada orang-orang yang di sekitarnya.

Alkitab dalam sudut pandang tertentu adalah Firman Tuhan yang bersifat transformatif. Alam (Kej.1:1 dst.) dan manusia sebagai pribadi dan komunitas mengalami transformasi dasyat karena bersentuhan dengan Firman yang Mahakuasa dan Mahamulia. Alkitab menceritakan baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, bahkan bangsa­bangsa mengalami transformasi dalam perjumpaan dengan Firman Tuhan. Contoh-contoh menonjol dari pribadi-pribadi yang mengalami transformasi meliputi: Yakub di Bethel (Kej.28:10-22), Musa dalam peristiwa semak duri yang "terbakar" (Kel.3:1 dst.), Paulus dalam perjalanan ke Damsyik (Kis.9:1 dst.). Seorang perempuan sederhana, karena perjumpaannya dengan malaikat dan Roh Kudus (Luk.1:26-27, 35), mengalami kejadian luar biasa. Maka pujian, doa, penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah lahir dalam hidup Maria karena perjumpaan ini (Luk.1:46-55). Sebagai puncaknya, Yesus Kristus, Sang Anak Allah sendiri, lahir dari perawan Maria.

Doa sejati lahir karena anugerah Tuhan, dan dari perjumpaan dengan Tuhan (Gal.4:6). Doa yang bertumbuh dalam maksud-maksud-Nya itu terjadi dalam persekutuan yang hidup dengan Tuhan (2 Kor.3:18). Pribadi yang haus, yang datang kepada Yesus dalam iman seperti yang dikatakan Kitab Suci (Yoh.7:37,38), akan mengalami kejadian­kejadian luar biasa. Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yoh.7:39). Bahkan dalam Yoh.4:14 dikatakan bahwa Air Hidup yang diberikan Yesus itu akan menjadi Mata Air di dalam dirinya (perempuan Samaria), yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. Transformasi pribadi Musa, yang berlanjut menuju kepenuhannya, akhirnya bukan hanya mentransformasi pribadi Musa, tetapi juga berlanjut kepada Pernyataan Kuasa Tuhan: Kuasa yang melepaskan Israel dari belenggu perbudakan Mesir; Kuasa yang mentransformasi dari bangsa budak menjadi bangsa merdeka; Kuasa Transformasi yang memancarkan kasih karunia Tuhan yang amat besar. Dalam Perjanjian Baru, transformasi pribadi Paulus bukan hanya membawa transformasi orang-orang di sekitarnya. Melalui perjalanan misi Paulus, transformasi terjadi di tengah komunitas-komunitas non-Yahudi. Melalui surat-surat Paulus, Roh Kudus terus mentransformasi hampir seluruh Imperium Romawi, Negara-negara Eropa Barat, Amerika Serikat, hingga ke semua negara di dunia, termasuk kita di Indonesia.

Dalam memperingati HUT Perkantas (Jatim) yang ke-44 ini, kita senantiasa harus mengingatkan diri kita sendiri, dari mana semua yang telah kita alami di (dan melalui) Perkantas. Melalui Perkantas begitu banyak hidup yang diubahkan. Ini semua harus mendorong kita semakin bersyukur kepada atas anugerah-Nya yang tidak terkirakan itu. Pada saat yang sama, kita harus makin hidup dalam kehidupan yang berdoa, makin haus akan kebenaran, serta melakukan Firman Tuhan yang berdampak hingga kepada Transformasi Bangsa.

 

(Penulis adalah Perintis Pelayanan Perkantas Surabaya, saat ini Penasihat TCI)


Topik Terkait :
Doa: Visi dan Misi Perkantas
DISIPLIN ROHANI: TERPAKSA atau SUKARELA?
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA

1360260

Saat ini ada 67 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09
:)...
   intha, 2011-10-31 10:57:53