Email: Password:   Lupa Password?
Doa: Visi dan Misi Perkantas
oleh Candra Putra Adi. A., S.Th: 20-06-2017, Dibaca: 385kali

Kehadiran Perkantas di Indonesia

Kehadiran Perkantas di Indonesia tidak terlepas dari peran tiga orang mahasiswa pada pertengahan tahun 1960-an, yang mempunyai visi membangun pelayanan mahasiswa di Indonesia. Mereka adalah Jonathan Parapak, Soen Siregar, dan Jimmy Kuswadi, yang mengenal Tuhan dan mengalami pembinaan mahasiswa sewaktu masih di Australia. Sejak awal berdirinya, gerakan Perkantas berfokus pada kelompok-kelompok doa dan kelompok Pemahaman Alkitab, yang mengarah pada gerakan pemuridan di kalangan mahasiswa. Sejak awal pergerakannya, Perkantas menitikberatkan gerakan doa dan pembelajaran firman Tuhan yang bertujuan menolong mahasiswa bertumbuh makin serupa Kristus.

Doa dalam Mewujudkan Visi dan Misi Perkantas Di dalam mengerjakan dan mewujudkan visi dan misinya, Perkantas memiliki beberapa karakteristik yang terus dijaga keunikannya. Salah satu karakteristik Perkantas yang penting adalah bahwa Perkantas merupakan pelayanan yang berdasarkan pada Firman dan Doa. Ini berarti, pelayanan Firman dan Doa adalah hal mendasar yang harus dihidupi dalam mewujudkan serta mengerjakan Visi dan Misi Perkantas. Pertanyaannya kemudian; sejauh mana atau sedalam apa seluruh organ elemen dari Perkantas menghidupi kehidupan doa dalam mengerjakan Visi dan Misi Perkantas saat ini? Perkantas adalah lembaga yang terpanggil untuk membangun kehidupan siswa dan mahasiswa menjadi serupa dengan Kristus, yang pada gilirannya mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Mengutip pernyataan C.H Spurgeon "a prayerful church is a powerful church". Sebuah pelayanan yang kuat tidak bisa terlepas dari kehidupan yang dipenuhi oleh doa, baik secara organisasi maupun orang-orang yang terlibat di dalam pergerakan pelayanan tersebut. Maka jika kita merindukan Perkantas semakin kuat dan berdampak, kita semua yang berperan dan terlibat dalam pelayanan Perkantas harus terus menjaga dan meningkatkan kehidupan doa kita dalam mengerjakan Visi dan Misi Perkantas.

 

Kenapa Harus Terus Berdoa?

Doa adalah kekuatan dasar bagi setiap pelayanan. Tanpa doa, kita hanya akan mengerjakan aktivitas saja. Kita perlu ingat dan terus menanamkan dalam hati kita ketika menghidupi visi dan mengerjakan misi Perkantas adalah perkerjaan Tuhan; agar Tuhan hadir dan bekerja dalam pelayanan ini, doa harus menjadi sesuatu yang sangat fundamental dalam gerak hidup kita. Tidak mungkin mengerjakan Visi dan Misi Perkantas, tanpa diiringi kehidupan doa dari setiap pekerja dan komponennya, karena Perkantas bergerak terus dan terus bergerak karena kesetiaannya melakukan kehendak Allah. Dalam usaha untuk mengetahui dan melakukan kehendak Allah inilah, dibutuhkan kehidupan doa yang baik.

1 Samuel 23:2 mencatat, "Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu?" Jawab TUHAN kepada Daud: "Pergilah, kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila." Ayat tersebut menunjukkan bahwa Daud bersama orang-orangnya bertanya kepada Tuhan dan kemudian tunduk kepada kehendak Tuhan yang dinyatakan, sehingga akhirnya Daud memperoleh kemenangan. Dalam kaitannya dengan mengerjakan Visi dan Misi Perkantas, petunjuk Tuhan sangatlah penting. Kita tidak boleh dan tidak bisa melangkah diluar petunjuk dan pimpinanNya. Memperoleh petunjuk dan pimpinan Tuhan jelas tidak bisa dilepaskan dari kehidupan doa dan Firman dari setiap insan yang terlibat dalam kegerakan pelayanan Perkantas.

 

Penutup

Tuhanlah yang berdaulat dalam setiap zaman. Karena itu, gerakan menyerahkan dan menggumulkan pelayanan ini dalam doa sangat penting untuk mengerjakan dan mewujudkan Visi dan Misi Perkantas. Perkantas terus hadir memberkati sekolah dan kampus serta gereja karena Tuhan yang terus menyertai dan memimpin. Fokus pelayanan Perkantas pada pemuridan yang bertujuan agar setiap anggota terus bertumbuh semakin serupa dengan Kristus jelas membutuhkan ketekunan dan lutut yang bertelut dalam doa-doa bagi setiap anggota Kelompok Tumbuh Bersama, karena pertumbuhan rohani adalah pekerjaan Tuhan. Dengan bertumbuhnya pribadi-pribadi yang dibina dalam pemuridan melalui Kelompok Tumbuh Bersama, hal tersebut tentu akan bedampak bagi transformasi masyarakat, bahkan bangsa dan negara serta dunia.

Mari giat melayani, giat memuridkan, giat dalam Firman dan giat dalam berdoa agar pelayanan kita disertai dan terus dalam pimpinan Tuhan. Saya akan menutup tulisan saya dengan mengutip pernyataan Hudson Taylor yang menunjukan betapa pentingnya doa dalam hidup dan pelayanan kita: "Do not work so hard for Christ that you have no strength to pray, for prayer requires strength". Kita harus bekerja keras dalam pelayanan, tetapi juga sangat bekerja keras dalam doa-doa kita bagi diri kita dan ladang yang kita layani. (*Penulis melayani Pelayanan Siswa Pare-Kediri)

 


Topik Terkait :
Doa: Antara Transformasi Diri dan Transformasi Bangsa
DISIPLIN ROHANI: TERPAKSA atau SUKARELA?
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA
Surat Doa Banyuwangi, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 204 kali
Surat Doa Papua, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 203 kali
Surat Doa Mojokerto, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 232 kali
Surat Doa Mataram, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 205 kali
Surat Doa Jember, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 199 kali
Surat Doa Kediri, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 225 kali
Lihat Semua Berita >>


1271413

Saat ini ada 82 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09
:)...
   intha, 2011-10-31 10:57:53