Email: Password:   Lupa Password?
Visi Shallom Bagi Negeri
oleh Robin Ignatius Chandra, S.Psi.: 17-08-2017, Dibaca: 175kali

"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu"

Yeremia 29:7

 

Selama 72 tahun usia negara kita, umat Kristen di Indonesia telah menunjukkan komitmennya terhadap Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa cacat. Namun seringkali komitmen ini kita jalani begitu saja, tanpa ada suatu usaha nyata. Atau jika kita lakukan, upaya tersebut sering tanpa kesadaran penuh dan motivasi yang jelas.

Firman Tuhan yang disampaikan kepada Yeremia ketika bangsa Israel mengalami pembuangan di Babilonia, kembali mengingatkan kita sebagai orang percaya bahwa Tuhan menghendaki umat-Nya melakukan usaha yang nyata untuk menghadirkan shallom bagi negeri di mana mereka tinggal. Tuhan berkehendak agar umat-Nya tidak sekadar berdoa kepada-Nya, tetapi melakukan tindakan konkrit bagi shallom, yaitu sebuah kondisi yang mencakup kedamaian yang berakar pada relasi yang benar di hadapan Tuhan.

Saya meyakini kita bukanlah orang-orang Kristen yang ditempatkan Tuhan secara kebetulan dalam negara ini, untuk kemudian masuk dalam segala kompleksitas permasalahan yang terjadi, terlebih dalam situasi saat ini. Dasar negara yang lahir dari sebuah perjuangan yang hebat untuk merebut kemerdekaan, yang juga telah mengatur dan mempersatukan bangsa ini sekian lama, kembali dipertanyakan dan bahkan hendak digeser. Sudah seharusnya sebagai umat Tuhan, kita berperan aktif dalam penegakan pilar-pilar kebangsaan negara ini. Cita-cita dari Pancasila adalah menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan hal ini sama sekali tidak bertentangan dengan isi hati Allah bagi manusia. Bukankah hadirnya Kerajaan Tuhan di muka bumi merupakan kehendak-Nya, dan sekaligus sebuah tanggung jawab setiap orang percaya dalam dunia ini (Matius 6:9-10)? Namun, sayangnya banyak orang kurang memahami makna hal ini dengan tepat. Kerajaan Allah bukan berbicara tentang sebuah territorial, ataupun kerajaan secara fisik. Hadirnya Tuhan (Pikiran, Kehendak, maupun Perasaan) dalam setiap aspek yang ada di dunia ini adalah inti pemikiran untuk memaknai hadirnya Kerajaan Allah di muka bumi.

Sudahkah kita berperan aktif dalam menghadirkan Kerajaan Allah dalam negeri kita, sehingga dari hari kesehari semakin lebih baik; dimana shallom dalam bangsa ini dirasakan secara nyata?

(Penulis melayani Pelayanan Siswa Surabaya)


0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA
Surat Doa Banyuwangi, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 204 kali
Surat Doa Papua, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 203 kali
Surat Doa Mojokerto, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 232 kali
Surat Doa Mataram, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 205 kali
Surat Doa Jember, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 199 kali
Surat Doa Kediri, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 225 kali
Lihat Semua Berita >>


1271483

Saat ini ada 28 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09
:)...
   intha, 2011-10-31 10:57:53