Email: Password:   Lupa Password?
Pancasila Adalah Bentuk Penerapan Ajaran Alkitab
oleh Agung Kurniawan, M.Psi.: 17-08-2017, Dibaca: 398kali

Apabila bangsa-bangsa Lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

(Roma 2:14-15)

 

"Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

(Matius 22:37-40)

 

Berdasarkan dua kutipan ayat Alkitab tersebut, saya ingin mengatakan bahwa hukum mengasihi Allah dan mengasihi manusia adalah inti dari Hukum Taurat, yang juga tertulis dalam hati manusia meskipun mereka tidak memiliki Hukum Taurat. Prinsip kedua hukum tersebut merupakan pikiran universal yang melekat pada diri setiap manusia semenjak seseorang terlahir ke dalam dunia, dan hal tersebut juga diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, setiap manusia dalam agama, suku dan ras apapun dalam hatinya telah melekat prinsip kedua hukum ini. Dengan demikian, nilai Pancasila yang dicetuskan oleh Soekarno adalah suatu kristalisasi kearifan lokal atau adat istiadat daerah, yang juga mencerminkan penerapan dari kedua ayat tersebut.

Mari kita simak bagaimana sila-sila dalam Pancasila bisa dipandang sebagai kristalisasi dari ajaran Taurat. Sila Ketuhanan yang Maha Esa merupakan payung atau fondasi dari semua sila yang ada dalam Pancasila, di mana sila-sila yang lain merupakan pelaksanaan dari sila pertama. Sila pertama Pancasila merupakan gaung dari hukum kasih kepada Allah. Ini tidak berkaitan dengan agama namun sikap hidup manusia yang seharusnya takut dan tunduk kepada Allah. Tunduk kepada Allah berarti tunduk kepada aturan Allah yang nampak dalam hati nurani setiap manusia yaitu hukum moral/etika. Karena itu, menegakkan moral etika dalam kehidupan merupakan ciri orang yang berketuhanan. Orang yang beragama belum tentu memiliki sikap hidup berketuhanan. Namun sikap hidup berketuhanan harus muncul dalam perilaku hidup sehari-hari.

Nilai moral sebagai cerminan hidup berketuhanan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari memerlukan obyek, yaitu: manusia dan negara. Oleh karena itu, sila-sila berikutnya mengandung aspek kemanusiaan dan kenegaraan/kemasyarakatan. Sila kemanusiaan mengandung aspek hak asasi manusia. Hak asasi di sini adalah penghormatan kepada nilai-nilai kemanusiaan yang melekat pada diri setiap manusia sejak lahir, misalnya: kehidupan (jasmani dan rohani), pertumbuhan dan perkembangan (intelektual, kesehatan dsb.) dan segala bentuk ekspresinya (karya, rasa dan karsa). Penghormatan kepada nilai-nilai kemanusiaan meniadakan pembedaan atau diskriminasi kepada setiap orang. Sila kedua ini sesuai dengan hukum kasih kedua.

Berikutnya adalah sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Persatuan dapat terwujud jika ada perdamaian dan perdamaian akan terwujud jika di antara manusia saling menghormati satu sama lain berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan. Perdamaian merupakan tema sentral Alkitab. Kematian Yesus mendamaikan manusia berdosa dengan Allah, sehingga manusia memiliki relasi kembali dengan Allah. Perdamaian dengan Allah juga membawa dampak perdamaian antara manusia yang satu dengan yang lain. Perdamaian di antara manusia membawa relasi antar manusia menjadi sehati dan sepikir. Kondisi sehati dan sepikir inilah yang disebut dengan persatuan. Persatuan Indonesia tercermin dari kesehatian sesama anak bangsa.

Sila berikutnya adalah "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat/kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan." Untuk menjaga persatuan, diperlukan komunikasi secara intens karena persatuan tidak meniadakan perbedaan. Oleh karena itu, perlu suatu upaya komunikasi yang tidak mengutamakan ego atau kepentingan diri/kelompok semata namun menggunakan hikmat demi mencapai permufakatan. Permufakatan merupakan kesimpulan yang menguntungkan kedua belah pihak yang saling berkomunikasi sehingga keduanya merasakan kepuasan dan kebahagiaan. Alkitab juga mengajarkan hal yang sama. Hendaklah masing-masing orang Kristen tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri, namun lebih mengutamakan kepentingan orang lain dan kepentingan kerajaan Allah (hikmat Allah).

Sila terakhir adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyant Indonesia. Keadilan sosial bisa terwujud jika sila kedua hingga sila keempat sudah dilaksanakan dengan baik dan benar. Wujud dari keadilan sosial adalah kebahagiaan dan kesejahteraan bagi semua manusia. Dan kebahagiaan di sini bukanlah kebahagiaan yang tidak bermoral, namun yang sesuai dengan spirit moralitas ketuhanan. Sukacita juga merupakan bagian dari ajaran Alkitab. Tujuan dari penebusan Kristus adalah agar manusia memiliki relasi dengan Allah dan menikmati sukacita sejati. Relasi antar orang Kristen yang saling memperhatikan juga akan menimbulkan sukacita.

Berdasarkan semua penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Pancasila tidak bertentangan (selaras) dengan nilai-nilai dalam Alkitab, sehingga menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup bagi orang Kristen, khususnya dalam berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, memperjuangkan dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila supaya menjadi pedoman bangsa Indonesia merupakan tanggung jawab Kristen. Dengan menerapkan nilai­nilai Pancasila, bangsa Indonesia akan dibawa kepada perubahan dan kemajuan yang lebih beradab.

Soli Deo Gloria.

(* Penulis melayani di Departemen Konseling dan Seorang Konselor di Perkantas Surabaya)

 


Topik Terkait :
Pembentukan Karakter Nasionalisme Dalam Pemuridan
Ideologi Pancasila; Solusi Tangkis Radikalisme
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA

1481023

Saat ini ada 67 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
asw...
   Hacked D4RK FR13NDS, 2017-11-04 01:56:02
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09