Pokok Doa  |  Link
Email: Password:   Lupa Password?
CABE MAHAL DAN PENGHARAPAN KRISTEN
oleh Iwan Catur Wibowo: 07-03-2011, Dibaca: 801 kali

Sapaan Pemimpin Ranting :  Cabe Mahal dan Pengharapan Kristen

Oleh Iwan Catur Wibowo

Dimuat Pada :  Buletin Visi Edisi Februari-April 2011

 

Mengeluhnya masyarakat akibat mahalnya harga cabe minggu-minggu ini merupakan simbolisme yang pas yang mewakili situasi-kondisi (masih/makin) runyamnya Republik kita tercinta ini. Fenomena meroketnya harga cabe ini tidak hanya tegaskan miskinnya masyarakat kita: miskin daya beli sekaligus miskin mental. Sebagian pemerhati simpulkan kondisi ini disebabkan, atau setidaknya diperparah, oleh pemerintah kita yang lemah secara managerial serta tidak tegasnya aparat keamanan dan penegak hokum (Kasus Cikeusik dan Temanggung jadi bukti kesekian tentang tumpulnya peran Polri & TNI). Kemiskinan dan pemerintah yang lemah, pasangan yang sempurna bagi lahirnya kelompok-kelompok ekstrim-radikal di negri ini. Alhasil, seperti yang jamak kita baca di Koran dan kita tonton di TV, ketidak-adilan dan penindasan jadi lazim terjadi, jadi “makanan sehari-hari.” Dalam kondisi bangsa yang seperti ini (ditambah seringnya bencana alam akhir-akhir ini), pengharapan masyarakat bangsa ini pupus. Atau setidaknya makin menipis.

 Dalam konteks krisis pengharapan rakyat republik ini, tawaran apa yang diberikan umat Allah? Penawar apa yang bisa diberikan kekeristenan? Jangan sampai orang Kristen kehilangan pengharapannya sendiri! 

 Dalam kondisi bangsa dan dunia yang masih chaos ini sesungguhnya merupakan panggilan bagi orang percaya untuk menggali dan temukan lagi pengharapan yang dimilikinya. Pengharapan yang bersumber pada Allah dan janji-janjiNya dalam kitab suci. Allah yang dinyatakan kitab suci adalah Allah yang bertekad membereskan kekacauan dalam dunia yang sudah cemar dosa ini, Allah yang rencana dan tujuan kekalnya adalah memulihkan dunia dan penghuninya itu menjadi sungguh amat baik kembali.

Gereja harus memeluk erat lagi, menyambut kembali, menghayati lagi pengharapan ilahi itu, lalu dengan cerdik, tulus dan giat mewartakannya kepada dunia ini dengan segenap kreatifitas dalam beraksi.   

 Disitulah dibutuhkan keseriusan kita menggumulkan kembali teks-teks kitab suci kita dan memperhadapkan beritanya dengan realitas zaman kita hari ini.  Tanpa memberi tawaran solusi bagi kondisi terpuruk dunia atau bangsa ini, agama, termasuk kekristenan, akan kehilangan relevansinya, dan pada gilirannya institusi agama, termasuk gereja, akan ditinggalkan (setelah terlebih dulu jadi bahan tertawaan).

 Di situlah Perkantas Malang patut bersyukur jika tahun-tahun terakhir ini, dalam anugrah Tuhan, banyak event (lokal, regional maupun internasional) atau momentum yang membukakan dan menggerakkan Perkantas Malang untuk bermisi secara holistik, yakni mengerjakan misi integral.  Penting disyukuri Perkantas Malang dibukakan dan makin serius menghidupi teologi integratif. Itu adalah teologi yang menolak dikotomi/ kecenderungan dikotomis teologi injili, lebih-lebih lagi menolak ekstrim teologi liberal ataupun pietis.

 Teologi integratif mengusung dan menegaskan integrasi sorga-bumi, jasmani-rohani, spiritualitas-keadilan sosia, bahkan integrasi dimensi rohani-dimensi ekologis dari injil. Teologi integratif menolak berhenti pada spiritualitas level Jesus and me, melainkan secara konsisten berkarya pada level Jesus, me and the world. Teologi integratif memastikan baik proklamasi maupun demonstrasi injil terjadi. Dalam implementasinya, teologi integratif mengantisipasi eskatologi kegenapan sempurna hadirnya kerajaan Allah di atas bumi saat Kristus datang kembali, sembari mengutus orang percaya untuk  berperan secara aktif, kreatif dan misioner bagi terwujudnya kepenuhan visi eskatologis tersebut.  

 Mohon terus dukung kami dalam doa, dalam dana, dalam tenaga, supaya kehadiran Perkantas sungguh-sungguh memberkati masyarakat Malang Raya bahkan bangsa ini, sungguh-sungguh membuat orang tahu dan percaya bahwa kekristenan, bahwa Yesus, bahwa pemuridan kristen itu relevan, menjawab persoalan hidup hari ini, di bumi ini. Akhir kata, mari kita doakan harga cabe, harga sembako, harga (biaya) kesehatan dan pendidikan, dan termasuk harga diri bangsa Indonesia tercinta ini. Doakan supaya kondisi shalom Allah makin teralami di segenap aspek kehidupan bangsa ini.

 Selamat berkarya di tahun 2011 ini. Amin.

 

Sumber Gambar : http://www.newsgol.com/images/resized/images/stories/images/property/cabe_200_200.jpg


Topik Terkait :
Surat Doa Perkantas Malang, Juli - Agustus 2012
WEEKEND KTB SISWA MATARAM
Kekerasan Atas Nama Agama: Tanggung Jawab Siapa?
BULETIN VISI - Edisi Februari-April 2011 : MINISTRY THAT BEGIN WITH AND EMBODIES TO END
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

LENGKAPI DATA ANDA

Perkantas Malang : Tanggap Ben...
07-05-2014, Dibaca: 63
Bersyukur Tuhan memberikan kesempatan kepada kami untuk turut ambil bagian memb...
Berita dan Pokok Doa Pelayanan...
26-02-2014, Dibaca: 214
Syukur kepada Allah untuk pelayanan Perkantas Malang sepanjang beberapa bulan in...
Berita dan Pokok Doa Pelayanan...
18-11-2013, Dibaca: 254
Awal tahun ajaran selalu menjadi momentum penting sekaligus padat dengan aktivit...
Berita dan Pokok Doa Pelayanan...
03-11-2013, Dibaca: 240
Kami bersyukur untuk kegiatan PA wilayah di bulan Juni yang bisa berjalan di ke...
Lihat Semua Berita >>
Kamp KTB 2010 : Good Shepher...
'Kami memuji kebesaranMu, Ajaib Tuhan,Ajaib Tuhan'. Petikan lagu ini menggambarkan apa yang kami alami selama Kamp KTB 2010. Bersyukur kepada Allah kita yang memberikan kepada segenap panitia dan pese...
Seminar Self Development...
Good Shepherd In Discipleship Movement, Seminar Self Development, 20-21 Maret 2010, Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya,Pembicara Yudit Lam, M.Div....
Lihat Semua Kegiatan >>


29819

Saat ini ada 6 tamu dan 0 online user