Pokok Doa  |  Link
Email: Password:   Lupa Password?
DARI SERUKAM KE TAMONG - Kisah Perjalanan Hari ke-2, Misi Kalimantan II - Desa Tamong Kalimantan Barat
oleh Marlia Ernawati: 20-01-2011, Dibaca: 1480 kali

Subuh itu kami bangun dan segera mempersiapkan diri untuk berangkat ke Tamong. Kabarnya perjalanan akan memakan waktu seharian. Dua bis yang kami sewa sudah datang pada pukul 05.30 dan beberapa orang dari kami khususnya para lelaki mengangkat barang-barang yang kami bawa ke dalam bus. Setelah sarapan capjay, kami segera melaju ke pemberhentian yang pertama, yaitu Seluas, yang menempuh perjalanan + 3 jam.

Doa Bersama di Serukam

Doa Bersama di Serukam

Sebenarnya badan saya masih letih, karena baru tidur pk.l 01.30 dan bangun pkl. 04.00, karena sebelum tidur saya saat teduh dulu, takut tidak sempat kalau terlambat bangun. Saya bangun dengan perasaan takut dan senang. Takut apakah saya dapat sampai dengan selamat di Tamong karena mengingat rute perjalanan yang panjang, Senang karena Tuhan mengijinkan saya untuk ikut misi Kalimantan ini. Dengan membawa perasaan inilah saya berangkat menuju ke Tamong, sebuah desa yang masih samar keadaannya dalam benak saya.

Bis Serukam - Seluas

Bis yang kami tumpangi

Sepanjang perjalanan, saya menikmatinya dengan memuji Tuhan karena melihat pemandangan alam yang sangat indah. Bus yang kami tumpangi menyusuri jalanan berkelok di tengah hutan yang rindang dan sejuk. Namun ada beberapa tempat dalam hutan yang kami lalui ternyata telah dieksploitasi dan dibiarkan begitu saja seperti penggundulan hutan dan penambangan batu kapur. Tidak jarang juga kami melewati jalan dengan aspal yang berlubang-lubang. Sepertinya pemerintah perlu menaruh perhatian terhadap masalah tersebut.

Sawah di antara Serukam dan Seluas Awan di antara Serukam dan Seluas

Pemandangan di perjalanan dari Serukam ke Seluas

Kondisi Jalan berlubang

Kondisi Jalan dari Serukam ke Seluas yang berlubang

Akhirnya tim kami tiba di tepi sungai di Seluas dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan perahu “klotok.” Perahu ini dapat memuat paling banyak 10 orang di dalamnya. Saat itu matahari sudah di atas kepala dan panas teriknya cukup menyengat saya yang duduk di tengah-tengah “klotok.” Canda dan tawa mengiringi perjalanan serta santap siang kami di atas “klotok.” Kemudian pikiran saya menerawang seandainya tiba-tiba ada buaya yang muncul di tengah-tengah sungai. Namun ternyata pikiran itu tidak terjadi, hanya ketakutan saya belaka. Hujan gerimis juga sempat mengguyur di tengah perjalanan namun kami sudah siap dengan jas hujan masing-masing. Sungguh perjalanan yang asyik dan seru.

Tiba di Seluas

Tiba di Seluas

Tidak terasa “klotok” kami akhirnya berlabuh di desa Bumbung, yang merupakan kaki gunung menuju ke desa Tamong. Hujan gerimis datang mengguyur sementara kami mengangkut barang-barang dari perahu menuju ke salah satu rumah penduduk yaitu Bapak Johan. Di rumah beliau kami disambut dengan wajah-wajah ceria orang-orang desa Bumbung dan desa Tamong. Orang-orang itu sangat senang dengan kedatangan kami, kami saling berjabat tangan dan berpelukan. Mereka juga mengenali 13 orang dari tim kami yang tahun lalu pernah datang. Kemudian saya masuk dalam rombongan pertama yang naik gunung ke Tamong. Saya terpana melihat cara orang-orang Tamong membantu membawa barang-barang kami. Mereka memasukkan barang kami dalam sebuah keranjang bertali di mana tali itu dibebankan di kepala mereka. Ternyata itu cara yang biasa mereka lakukan dan membuat mereka kuat untuk berjalan sampai ke atas.

Menaikan barang ke klotok

Menaikan Barang ke Klotok


Siap Berangkat Siap Berangkat

Siap Berangkat

 

Perjalanan Menuju Tamong dengan Klotok Perjalanan Menuju Tamong dengan Klotok

Perjalanan Menuju Tamong dengan Klotok Perjalanan Menuju Tamong dengan Klotok

Perjalanan menuju Bumbung menggunakan Klotok

                Tiba di Bumbung

Tiba di Bumbung

Perjalanan yang kami tempuh dari kaki gunung sampai ke desa Tamong + 3-6 jam, tergantung pada kekuatan fisik dan barang bawaan yang kami bawa. Saya sendiri pun melewati perjalanan yang terjal dan melelahkan itu selama + 3 jam. Namun memang membutuhkan perjuangan dan harapan yang besar untuk dapat sampai ke atas gunung.

Perjalanan naik gunung dari Bumbung ke Tamong Perjalanan naik gunung dari Bumbung ke Tamong

Perjalanan dari Bumbung ke Tamong

 

Warga yang Membantu mengangkat barang Warga yang Membantu mengangkat barang

Warga yang membantu mengangkat barang Tim Misi Kalimantan


Saya menyusuri jalanan terjal itu sambil berbincang-bincang dengan dr.Husein. Beliau telah mengabdikan dirinya untuk melayani desa Tamong selama 15 tahun. Wow, sungguh luar biasa... ungkap perasaan saya, karena waktu pengabdian itu bukanlah waktu yang pendek dan pelayanan yang sederhana namun penuh dengan tantangan dan kesulitan. Sepanjang perjalanan saya banyak “menimba pengalaman” dari tutur dr.Husein. Satu hal yang terus saya pegang dari pernyataan beliau ialah bahwa satu-satunya alasan yang dapat membuat kita setia untuk melayani desa Tamong adalah karena kasih Tuhan. Pernyataan itu sangat menguatkan saya untuk terus berjalan dengan semangat agar cepat tiba di desa Tamong. Pernyataan tersebut juga mengingatkan saya akan perjalanan Tuhan Yesus ketika menuju ke bukit Golgota, dan seketika itu juga saya membandingkan diri saya dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mendaki bukit Golgota dengan darah yang bercucuran, sedangkan saya mendaki gunung ke Tamong hanya dengan peluh keringat. Tuhan Yesus menuju bukit Golgota untuk menyerahkan nyawa-Nya, sedangkan saya menuju ke Tamong hanya untuk pelayanan “sesaat.” Saya berpikir bahwa sungguh perjalanan yang saya tempuh dan pelayanan yang akan saya kerjakan sangat jauh dari apa yang Tuhan Yesus sudah lakukan bagi saya. Dan perenungan inilah yang menghantar saya untuk melayani selama lima hari berikutnya di Tamong. Amazing Grace.

Suasana Kordinasi setelah sampai di Tamong BKM

Suasana Kordinasi di BKM-Tamong, setelah melalui perjalanan panjang

 

Video Misi Kalimantan 2


Bersambung....


KISAH LENGKAP PERJALANAN TIM MISI KALIMANTAN :


Topik Terkait :
DALAM NAUNGAN YANG MAHA KUASA - Catatan Perjalanan Misi Kalimantan 3 - Desa Tamong - Kalimantan Barat (Part 1)
PENYULUHAN PERTANIAN BAGI WARGA TAMONG - Jurnal Pelayanan Misi Kalimantan 4 ke Desa Tamong - Kalimantan Barat, 24 Juni - 3 Juli 2012
PELAYANAN BAGI MAJELIS DAN PENGURUS GEREJA - Jurnal Pelayanan Misi Kalimantan 4 ke Desa Tamong - Kalimantan Barat, 24 Juni - 3 Juli 2012
MASUK KE HIDUP MEREKA DAN BERDOA - Jurnal Pelayanan Tim Visitasi - Misi Kalimantan 4, 24 Juni 3 Juli 2012
BERAKAR DALAM KRISTUS - Jurnal Pelayanan Tim Remaja Misi Kalimantan 4, 24 Juni 3 Juli 2012
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

LENGKAPI DATA ANDA

DALAM NAUNGAN YANG MAHA KUASA ...
27-01-2014, Dibaca: 273
Kami berdelapan, mungkin tak bersentuhan dengan maut seperti mereka. Namun perj...
Klinik dan Upgrading EE Staf P...
25-02-2013, Dibaca: 508
Ladang telah menguning dan siap dituai, dibutuhkan para penuai yang lebih banyak...
MENGALAMI PIMPINAN TUHAN YANG ...
25-02-2013, Dibaca: 661
pelayanan kali ini kami rencanakan untuk berfokus pada pelayanan remaja sebagai ...
PENYULUHAN PERTANIAN BAGI WARG...
04-10-2012, Dibaca: 1081
Pada Misi Kalimantan (MIKA) 4 pelayanan pertanian berjalan cukup baik dengan keh...
Lihat Semua Berita >>
Misi Kalimantan 2, Desa Tamo...
Sepanjang perjalanan sejarah misi Kristen gerakan mahasiswa berperan sangat besar. Mahasiswa merupakan sumber daya manusia yang sangat potensial karena mereka memiliki kemampuan intelektual dan semang...
MISI KALIMANTAN 1 : Serukam...
Aku ini TUHAN, telah memanggil Engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu. Aku akan membuat Engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung...
SEMINAR MISI 2009...
1. Students and alumni know the some wrong concepts of mission inchristianity / church today 2. Students and alumni understand the holistic concept of missionaccording to the OT and NT 3. ...
Lihat Semua Kegiatan >>


30638

Saat ini ada 3 tamu dan 0 online user