more"/> more">
Sikap Mahasiswa Kristen dalam Menghadapi Perubahan Jaman: W-I-S-E
Last Updated : Nov 06, 2018  |  Created by : Administrator  |  328 views

Oleh : Airin Levina S.Gz

Globalisasi membuat dunia terkoneksi. Tidak ada batasan antar sisi dunia lagi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyumbang sumbangsih besar dalam globalisasi. Perubahan jaman terjadi dan tidak bisa dihindari. Banyak hal yang berubah di segala bidang kerja. Perubahan ini harus dihadapi. Mau menentang atau berdiam, perubahan pasti terjadi.

“Kalau sudah besar mau jadi apa, Nak?” Jawaban generasi yang lahir sebelum tahun 2000, rata-rata adalah mau jadi dokter, pilot, polisi, guru, insinyur, dan astronot. Ketika pertanyaan yang sama diajukan pada generasi milenial, jawaban berbeda didapatkan. Ada yang mau jadi youtuber dan blogger. Memang benar, ada pekerjaan baru yang muncul juga ada pekerjaan lama yang mulai ditinggalkan.

Era ini, kita bisa belajar melalui internet secara mandiri. Hal ini membuat posisi guru tergeser. Kita bisa belajar bahasa melalui aplikasi terjemahan di internet. Kita tidak perlu lagi translator. Kita bisa travelling ke berbagai tempat manapun dengan bantuan maps, walau tanpa jasa tour guide. Kita bisa belanja dengan hanya “klik” dan barang langsung sampai di depan pintu rumah kita tanpa harus menyalakan kendaraan, bermacetan, tiba dan membeli barang ke toko melalui transaksi tatap muka dengan penjual.

Inilah faktanya, bahwa perubahan jaman terjadi. Ada 3 tipe orang di dunia ini yaitu: orang yang tidak tau bahwa ada perubahan, orang yang tau bahwa jaman berubah tapi dirinya tidak mempersiapkan diri menghadapi perubahan jaman, serta orang yang benar-benar sadar bahwa jaman berubah dan mempersiapkan dirinya untuk menjawab tantangan jaman. Tipe manakah kita?

Orang bilang, mahasiswa adalah agen perubahan. Dikatakan bahwa mahasiswa adalah generasi penerus bangsa, harapan, dan tulang punggung negara. Kemajuan bangsa ditentukan oleh kualitas mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan mahasiswa yang tau situasi dan kondisi negara, segala tantangan di dunia, dan skill untuk dapat menjawab tantangan tersebut.

Sebagai mahasiswa Kristen, kita diamanatkan untuk menjadi saksi Allah di tengah berbagai kondisi yang ada. Walau jaman berubah, status kita tetap sama yaitu anak-anak Allah. Kitalah terang dan garam bagi dunia dengan segala perubahannya. Walau banyak tantangan dan rintangan, Allah mau untuk kita tetap taat dan setia dalam mengemban tugas yang Ia percayakan pada kita.

WISE atau bijak atau berhikmat adalah kunci untuk menghadapi perubahan ini. Bijak dalam bertindak, bijak mengolah informasi di tengah banyaknya sumber informasi, bijak dalam memilih di tengah banyaknya pilihan, bijak dalam mempersiapkan diri juga untuk menjawab tantangan jaman ini. W – I – S – E berikut juga bisa menjadi sikap dan spirit mahasiswa Kristen untuk mempersiapkan diri dalam menjawab kebutuhan jaman ini:

W           = Work

I               = Involve

S              = Smart

E              = Endurance

Work (kerja). Mahasiswa Kristen seharusnya berusaha, bekerja, memberikan yang terbaik dalam melakukan segala hal – termasuk di dalam perkuliahan. Meningkatkan kompetensi baik di bidang softskill maupun bidang ilmu masing-masing sangat dibutuhkan. Berpikir kreatif, inovatif, komunikasi dan cara penyelesaian masalah yang baik harus diasah khususnya saat masa mahasiswa. Jack Ma menyatakan bahwa sukses tidak diraih dalam 1 hari, 1 minggu, atau 1 tahun ke depan. Persiapkan diri dari saat ini untuk menjawab kebutuhan dunia dan meraih sukses dalam 10 – 20 tahun ke depan.

Involve (keterlibatan). Mahasiswa Kristen seharusnya terlibat dalam mengikuti perkembangan dan perubahan jaman. Aktiflah dalam membaca dan update terhadap hal-hal baru. Bukan hanya soal asik-asikan seperti tik-tok dan lagu syantik, tapi enggan berurusan dengan informasi politik. Bukan hanya ikut-ikutan challenge kiki, tapi juga tau perkembangan teknologi dan ekonomi. Bukan hanya menjadi penikmat informasi dari selebgram ternama, tapi terlibat juga menghasilkan karya nyata yang berguna. Menjadi bagian dan terlibat dalam kegiatan di luar komunitas Kristen juga diperlukan, sehingga kita tidak menggarami yang sudah asin dan tidak menyinari yang sudah terang.

Smart (cerdik). Perubahan jaman pasti memiliki dampak positif dan negatif. Cerdiklah dalam memanfaatkan dampak positif dan menghindari dampak negatif. Tidak ada alasan untuk tidak kreatif dan mengembangkan diri, sebab fasilitasnya tersedia dengan free. Jangan melihat masa lalu dengan segala kenyamanannya. Hadapi masa kini dengan segala tantangan dan peluangnya. Tuhan mengutus kita seperti domba ke tengah-tengah serigala, oleh karena itu hendaklah kita cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Mat 10:16).

Endurance (daya tahan). Tantangan dan kesulitan memang selalu ada, tapi bertahan dan bertekunlah (Wahyu 14:12). Penderitaan memang ada dan menjadi salib kita, tapi taat dan setialah hingga kesudahannya. Tuhan tau segala jerih payah, lelah, dan ketekunan kita (Wahyu 2:2, 2:9, 2:13, 2:19, 3:1, 3:8, 3:15). Siapa yang bertahan, Tuhan sediakan pohon kehidupan (Wahyu 2:7) dan Tuhan catat namanya dalam kitab kehidupan (Wahyu 3:5). Jangan menyerah, jangan putus asa, tapi andalkan dan mohon kekuatan dari Allah. Bertekunlah dan berjaga-jagalah terus dalam doa.

WISE... World Insist Students Engagement!

Dunia membutuhkan keterlibatan mahasiswa. Dunia membutuhkan peran Anda!

Mari sama-sama berjuang menjawab tantangan dunia dan menegakkan Kerajaan Allah!

Tuhan memberkati…

 


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES