more"/> more">
Pemuridan Bagi Generasi Z
Last Updated : Dec 07, 2018  |  Created by : Surabaya  |  200 views

Oleh Bonan Imanuel Ratmo, S.T.

Saya mengikuti workshop mengenai Generasi Z. Beberapa karakteristik yang dimiliki oleh generasi Z : karakter yang kompetitif, jiwa petualang, kritis, open minded terhadap berbagai hal akan tetapi tidak memiliki dasar yang kuat akan segala pengetahuan yang ia miliki.

      Kendala bagi pemuridan kepada generasi Z adalah cepat bosan terhadap pengajaran yang berpusat kepada Alkitab, mudah terdistraksi. Ironisnya generasi Z tidak memiliki dasar kebenaran yang absolut karena bagi mereka segala sesuatu adalah relatif dan cenderung untuk mencari kebenaran dengan cara sendiri. Sehingga ancaman terbesar dari generasi ini adalah Agnostisisme dan Ateisme.

      Banyak kasus dimana orang yang dahulunya militan dalam iman mereka, namun ketika berada di jenjang perkuliahan dan menyelesaikan studi diperguruan tinggi, mereka juga selesai dengan iman Kristen mereka, sehingga tidak ada kesinambungan pemuridan. Kita juga sebagai anak Tuhan yang melayani generasi Z di siswa dan mahasiswa perlu meminta hikmat dari Tuhan untuk memikirkan bagaimana pemuridan yang efektif kepada generasi Z.

    Giving Empaty” adalah solusi mendasar untuk memuridkan generasi Z. Karena bagaimanapun mereka adalah generasi yang diciptakan untuk mengasihi Allah dan sesama. Ada 3 cara untuk berempati :

  • Immerse : merasakan apa yang sedang dialami oleh siswa atau mahasiswa yang dimuridkan
  • Observe :  melihat perilaku siswa atau mahasiswa dalam konteks kehidupan mereka
  • Engage : berinteraksi, mengajak mereka untuk berbicara, dan berbagi kasih dengan mereka.

    Ketiga cara tersebut merupakan tahapan yang muncul dari perspektif kekristenan. Konsep bagaimana Allah dengan kasih yang besar berempati terhadap manusia yang berdosa.

  • Incarnational immertion : Yesus mengalami apa yang dialami oleh manusia.
  • Fatherly Obesrvation : Allah melalui Yesus melihat bagaimana manusia hidup dan bagaimana mereka berperilaku dalam konteks dunia yang penuh dosa
  • Sacrificial Engagement : Yesus mengajar dan berbicara kepada orang-orang berdosa, Yesus berbagi kasih dengan mereka, dan bahkan Yesus memberi hidupnya untuk mereka.

Untuk aplikasi teknisnya tahapan yang pertama “Immerse” kita hanya membutuhkan belas kasih terhadap generasi ini. Tahapan “Observation” dapat menggunakan teknik observasi (What?│How ?│why?).

(What : fakta apa saja yang bisa diamati dari orang yang dilayani );

(How : Bagaimana emosi yang ia perlihatkan ketika mereka berperilaku terhadap fakta-fakta tersebut) ;

(Why : mencari tahu mengapa ia bisa melakukan hal tersebut).

Aplikasi teknis untuk tahapan engage, berinteraksi dan mengajak mereka untuk bergumul dengan cerita-cerita alkitab yang konteksnya sesuai dengan permasalahan mereka. Karena Alkitab kaya akan cerita inspiratif dan pastinya relevan di segala generasi.

Membawa mereka kembali lagi pada doktrin Sola Scriptura yang merupakan sumber kebenaran yang absolut. Mengajar mereka untuk taat terhadap otoritas Alkitab dan mengajar mereka untuk setia dalam mengikuti Yesus.


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES