more"/> more">
Setia di Setiap Langkah
Last Updated : Jan 09, 2026  |  Created by : Administrator  |  241 views

Oleh: Syahsapdya Agapeatama S.

 

Ada kalanya hidup mengajak kita berhenti sejenak. Bukan karena perjalanan telah usai, melainkan karena hati kita perlu menoleh ke belakang. Kita diajak melihat kembali jejak-jejak yang telah kita lalui. Jejak yang terbentuk dari banyak langkah kecil, dari keputusan yang diambil dengan keyakinan, juga dari langkah yang ditempuh dengan keraguan. Setiap jejak menyimpan cerita yang membentuk siapa kita hari ini.

Sepanjang perjalanan hidup, tidak semua hari terasa ringan. Ada masa-masa penuh sukacita, ketika hati dipenuhi rasa syukur dan harapan terasa begitu dekat. Namun ada juga masa-masa berat, ketika doa-doa dipanjatkan dengan air mata dan jawaban Tuhan terasa begitu jauh. Ada doa yang dijawab dengan cepat, tetapi ada pula doa yang dijawab melalui proses panjang yang melelahkan. Dalam situasi seperti itu, kita sering kali bertanya-tanya tentang kehadiran Tuhan.

Namun ketika kita berani melihat kembali dengan jujur, kita akan menyadari satu hal penting: Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Bahkan di saat kita merasa sendirian, Tuhan tetap bekerja dengan cara-Nya sendiri. Firman Tuhan berkata, “TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesesakan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya” (Maz. 9:10). Ayat ini mengingatkan bahwa Tuhan bukan hanya melihat perjalanan kita dari kejauhan, tetapi mengenal setiap pergumulan kita secara pribadi.

Menoleh kembali pada jejak yang telah dilalui menolong kita belajar bersyukur. Syukur tidak selalu lahir karena keadaan yang ideal, tetapi karena kesadaran bahwa kita masih ditopang oleh kasih Tuhan. Dalam setiap proses, Tuhan membentuk hati kita, mengajar kita untuk bergantung kepada-Nya, dan menumbuhkan iman melalui hal-hal yang sering kali tidak kita mengerti pada saat itu. Bahkan melalui pengalaman yang menyakitkan, Tuhan tetap mengerjakan sesuatu yang baik dalam hidup kita.

Di hadapan kita terbentang hari-hari yang belum kita jalani. Ketidakpastian sering kali memunculkan kekhawatiran dan rasa takut. Kita ingin mengetahui apa yang akan terjadi agar merasa lebih aman melangkah. Namun Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa kita akan memahami segalanya. Ia justru mengundang kita untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya. “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak” (Maz.37:5).

Harapan baru bukan berarti hidup tanpa masalah. Harapan baru adalah keberanian untuk tetap percaya bahwa Tuhan memegang kendali atas hidup kita. Ia yang setia menyertai di masa lalu adalah Tuhan yang sama yang berjalan bersama kita hari ini dan seterusnya. Firman Tuhan menegaskan, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibr.13:5).

Kiranya saat kita menoleh ke belakang, hati kita dipenuhi oleh rasa syukur. Dan saat kita melangkah ke depan, kiranya kita melangkah dengan iman—bukan karena kita tahu apa yang akan terjadi, melainkan karena kita percaya kepada Tuhan, Sang Pemilik kehidupan, yang setia memimpin setiap langkah kita. Selamat memasuki Tahun yang baru bersama Tuhan yang selalu setia!

*( Penulis melayani pelayanan multimedia di Perkantas Malang)


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES