more"/> more">
Tidak semua keluarga berjalan seperti yang kita harapkan. Ada luka, konflik, dan relasi yang tidak selalu mudah dijalani. Namun, di tengah ketidaksempurnaan itu, Tuhan tetap bekerja dan menghadirkan pengharapan. Dalam rangka menyambut momen kasih sayang, Student Fellowship Surabaya mengadakan kegiatan kebersamaan yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sebelum acara utama berlangsung, panitia terlebih dahulu mengadakan pra-acara berupa challenge unggahan foto di Instagram selama dua minggu. Kegiatan ini berhasil menarik antusiasme siswa sejak awal serta menjadi sarana untuk membangun keterlibatan peserta. Setelah melalui proses penilaian, terpilih tiga pemenang challenge, yaitu Juara 1 - Risha (SMP 6), Juara 2 - Hizkia Marcel (SMA 1), dan Juara 3 - Barack (SMI School).
Memasuki acara utama, sebanyak 37 orang (5 Staf, 10 Mahasiswa, 1 Guru & 21 Siswa) hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Student Fellowship kali ini mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu “Ketika Keluarga Tidak Sempurna” yang diambil dari Kejadian 37–50. Melalui tema ini, peserta diajak untuk melihat dan merefleksikan dinamika yang sering terjadi dalam keluarga. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh perhatian. Kak Ekawaty sebagai pembicara mengajak para siswa memahami tiga hal penting. Pertama, menyadari bahwa tidak semua keluarga berjalan dengan ideal. Setiap keluarga memiliki pergumulan, baik dalam relasi antara orang tua, orang tua dengan anak, maupun antar saudara. Kedua, peserta diajak untuk melihat bahwa kondisi dan pergumulan orang tua dapat berdampak pada anak. Oleh karena itu, setiap pribadi perlu mengalami pemulihan agar tidak meneruskan luka yang sama kepada generasi berikutnya. Ketiga, para siswa diingatkan bahwa sekalipun berasal dari keluarga yang tidak sempurna, Tuhan tetap bekerja dalam hidup setiap orang. Ada pengharapan bahwa setiap kehidupan tetap dapat dipakai dan memiliki makna dalam rencana-Nya.
Suasana kebersamaan semakin terasa semarak melalui sesi tukar cokelat yang diadakan di tengah acara. Momen sederhana ini menjadi simbol kasih dan perhatian antar peserta sekaligus mencairkan suasana. Pada kesempatan yang sama, para pemenang challenge juga menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi. Sepanjang kegiatan, peserta terlihat mengikuti setiap sesi dengan serius, mulai dari pemaparan materi, waktu refleksi, hingga momen kebersamaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon agar setiap siswa mengalami pemulihan dalam keluarganya, diberi hati untuk mengampuni dan menerima, serta dipakai menjadi berkat bagi generasi berikutnya.
Melalui Student Fellowship ini, mari terus mendukung dalam doa agar para siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman, tetapi juga mengalami pertumbuhan yang nyata serta didorong untuk saling mendukung dalam perjalanan iman mereka.