more"/> more">
Natal, Waktunya untuk Pulang ke Rumah Anugerah Allah
Last Updated : Dec 21, 2021  |  Created by : Administrator  |  984 views

Oleh Nia Megahwita

Merindukan rumah tempat dia dilahirkan dan dibesarkan, memberikan waktu untuk pikirannya, hatinya, juga fisiknya kembali disegarkan. Harapannya pulang ke rumah di kampung halamannya bisa mengisi kembali tabungan kasih, sukacita, damai sejahtera yang mungkin sudah banyak berkurang seiring padatnya waktu belajar atau bekerja di tanah rantau.

Kita semua adalah perantau. Setiap hari selesai bersaat teduh di “rumah-Nya’, kita pergi ke “negeri lain” untuk mencari penghidupan, ilmu, dan sebagainya. Kadang-kadang karena begitu padatnya waktu mencari penghidupan atau ilmu itu, kita menjadi terburu-buru saat pulang kembali ke “rumah-Nya”.  Apalagi sejak virus SARS-CoV-2 atau Covid-19 muncul ke permukaan bumi dengan membawa segala macam kebijakan yang tentu mengubah ritme hidup kita. Tidak jarang kebiasaan terburu-buru saat pulang  ke “rumah-Nya” itu membawa kita pada satu kondisi yang rentan untuk berbuat dosa. Marahnya menjadi mudah meledak-ledak, khawatirnya menjadi berlebihan, murah hatinya menjadi cacat dan mengampuninya menjadi langka. Alih-alih menyesal, mengusahakan waktu untuk pulang ke “rumah-Nya” agar mendapatkan pertolongan… kadang kala malah kita lebih memilih untuk permisif, “ Ya, wajarlah, saya sedang burn out dengan segala tugas mencari penghidupan atau ilmu itu.”

Natal adalah waktunya untuk pulang ke rumah anugerah Allah. “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya”. Ibrani 4 : 15-16

Selamat Natal, selamat kembali  ke ‘kampung halaman”, selamat pulang ke  “rumah-Nya”. Selamat mengingat lagi kerapuhan kita yang mengharuskan Kristus hadir di dunia ini. Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” I Yohanes 3 : 16.

(* Nia, Ditengah kesibukannya mengajar juga membatu pelayanan perintisan Perkantas di Timika, tepatnya membantu tim pelayanan mahasiswa. Mengikuti Komunitas Pena Murid membuat Nia makin sering berlatih menulis sehingga makin terampil menuangkan ide membuat tulisan.


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES