more"/> more">
Solitude Sebagai Disiplin Rohani
Last Updated : Jan 14, 2022  |  Created by : Administrator  |  2656 views

Menguatkan Jiwa, Melawan Kebisingan

Oleh Johan Dereta, M.A*)

Ada sebuah ungkapan latin, secara lengkap berbunyi demikian: “orandum est ut sit mens sana in corpore sano”, artinya anda harus berdoa untuk pikiran yang sehat dalam tubuh yang sehat. Frasa ini penting ditulis lengkap, supaya tidak semata-mata mengutamakan kegiatan fisik berupa olahraga dan sejenisnya. Kegiatan penting lainnya adalah olah jiwa, supaya dihasilkan juga kekuatan dan kesehatan jiwa.

Disiplin Sebagai Media Anugerah

Displin rohani tidak asing bagi orang yang masuk dalam proses pertumbuhan rohani. Penulis buku, Donald Whitney menyebutkan ada sepuluh displin rohani yang menopang kehidupan Kristen. Dia menyebut antara lain mempelejari firman Allah, berdoa, beribadah, memberitakan Injil, melayani, penggunaan waktu, berpuasa, bersaat teduh, menulis buku harian dan belajar sebagai disiplin rohani. Tidak terbatas pada hal-hal tersebut, beberapa hal masih dapat ditambahkan. Pengakuan dosa, ketulusan, pertanggungjawaban, penyerahan diri, memberi perpuluhan, dan masih banyak lagi dapat disebut juga sebagai disiplin rohani.

Disiplin rohani harus dilakukan dengan tekun dan rutin. Namun demikian tidak boleh menjadi rutinitas belaka, demikian T.M. More mengingatkan kita. Disiplin rohani harus dibangun sebagai sesuatu yang menggembirakan, memberikan semangat, bukan merupakan beban yang membelenggu. Namun fakta sering terjadi sebaliknya. Para murid, merasa bahwa disiplin rohani merupakan proses yang berat untuk dijalani. Oleh sebab itu, disiplin rohani tidak boleh dilihat sebagai suatu hukum. Bagi siapapun yang masuk dalam proses ini, harus memandang disiplin rohani sebagai suatu kesempatan untuk menikmati anugerah Tuhan.  Proses disiplin rohani yang dilalui seorang murid merupakan media kasih karunia Allah. Di sanalah penyataan tentang kasih dan kemurahan Allah dapat dilihat dan dialami oleh para murid Kristus.

Jika disiplin rohani merupakan sarana kasih, penyataan Allah, maka makin banyak disiplin rohani yang dijalani oleh seorang murid, akan memberikan ruang yang makin luas untuk dapat mengalami kasih Allah.

 

Apa itu Solitude?

Kata solitude berasal dari bahasa Latin Solus yang artinya sendiri. Dalam pemaknaan sekarang, kata ini merujuk pada pengertian seseorang yang dengan sengaja menarik diri dari keramaian ke suatu tempat yang sunyi. Tujuan utama ‘kesendirian’ ini merupakan upaya untuk melihat jiwa diri sendiri. Parker Palmer seperti dikutip Ruth Harley Barton menyebut “jiwa seperti hewan liar – tangguh, ulet, pintar, cerdas, dan mandiri. Ia tahu bagaimana bertahan hidup di tempat-tempat sulit. Tetapi ia juga pemalu. Sama seperti hewan liar, ia mencari perlindungan di semak-semak yang lebat. Jika kita ingin melihat seekor hewan liar, kita tahu bahwa hal terakhir yang kita lakukan adalah langsung menerjang masuk hutan sambil berteriak-teriak memanggilnya keluar. Tetapi jika kita berjalan dengan tenang ke dalam hutan, duduk dengan sabar di bawah pohon, dan menyatu dengan lingkungan sekitar, hewan liar yang kita cari akan muncul”.

Solitude merupakan pencarian jiwa, hewan liar kita. Penemuannya tidak didapat dengan cara berteriak-teriak dalam kebisingan, atau mengorak-arik tempat persembunyiannya. Jiwa akan makin terbenam dan bersembunyi, jika dia tahu bahwa dirinya diancam. Demikianlah pentingnya solitude dalam proses pertumbuhan seorang murid untuk melihat jiwanya.

Dalam buku Irama Kudus, Barton menjelaskan bagaimana praktik solitude dilakukan. Kegiatan ini dimulai dengan memilih tempat yang paling aman, sebuah tempat yang memungkinkan kita terbuka bagi hadirat Allah. Duduk diam, membiarkan semua pikiran berkecamuk, menjelajah kepada banyak hal. Tidak perlu terburu-buru membuat sesuatu terjadi, atau mengarahkannya. Biarkan Allah bekerja bagi kita, dan jiwa kita menangkapnya.  Pada akhirnya, jiwa kita keluar menyambut Allah.

Alam terbuka akan jauh lebih membantu melakukan solitude daripada ruangan yang tertutup. Agustinus dari Hippo memahami betul hal ini. Sekalipun Alkitab merupakan penyataan Allah, di mana kita mengenal Yesus Kritus; ciptaan juga merupakan cara Allah menyatakan diri-Nya kepada kita. Jika dalam solitude, kita tidak membaca Alkitab, kita tetap dapat membaca penyataan-Nya melalui ciptaan-Nya.  

 

Solitude Sebagai Disiplin

Ada banyak praktik yang dapat dilakukan untuk membangun pertumbuhan rohani. Bukan hanya sepuluh, namun lebih.  Sekarang, dengan menyebut solitude sebagai disiplin, maka deretan jumlah disiplin rohani akan bertambah.

Berikut adalah prinsipnya: berbagai cara yang baik dan santun, layak diupayakan supaya seorang murid  mengalami pertumbuhan rohani. Lebih dari alasan tersebut,  berdiam diri merupakan praktik yang juga dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus bersama para murid. Markus melaporkan dalam kitabnya, Markus 6:31, Yesus mengajak para murid: “ Marilah ke tempat sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika”.

Sebagai disiplin rohani, solitude akan melatih para murid tidak terhisap dalam kesibukan dan kebisingan yang terjadi di sekitarnya. Disiplin ini akan menolong upaya membuka hati, menikmati sukacita, kegembiraan, dan lepas dari kebisingan. Selanjutnya akan memberikan tambahan kekuatan menghadapi kebisingan. Kuatan jiwa hanya dapat diperoleh dengan sikap tenang di hadapan sang khalik. Solitude adalah sarananya.

Memasuki tahun yang baru ada banyak agenda yang sudah siap menanti, mungkin keyakinan kita dalam hal ini sama: “kebisingan belum akan berakhir saat ini atau dalam waktu dekat. Tekanan pekerjaan, atau kesibukan di sekitar kita akan memberikan sumbangan terhadap riuhnya. Kesendirian bersama internet dan gawai akan tetap menjadi tantangan ke depan untuk dapat mengambil waktu ‘sendiri’.” Namun latihan rohani ini harus segera dimulai, membangun kekuatan jiwa. Rutin melakukan praktik solitude sebagai disiplin rohani merupakan sarana memperkuat jiwa melawan kebisingan. Ayo.( *Penulis melayani pelayanan Alumni Perkantas Jember )


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES