more"/> more">
Steven Covey dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People menuliskan mengenai habit atau kebiasaan orang-orang sukses di dunia. Salah satu habit dari mereka oleh Covey disebut dengan “ Begin with the End in Mind “. Dalam kata lain orang sukses salah satunya memiliki mimpi atau visi besar. Mimpi atau visi yang dianggap penting bagi mereka. Mimpi atau visi yang penting bagi mereka akan melahirkan suatu motivasi. Motivasi yang besar dan tetap akan melahirkan suatu perilaku atau aksi yang tetap terpelihara yang pada akhirnya akan melahirkan suatu karya besar yang bermanfaat bagi dunia. Motivasi yang besar dan tetap selalu memiliki tujuan yang besar dan bermanfaat di luar dirinya yaitu bagi keluarga, orang terdekat, bagi masyarakat, negara dan dunia.
Menurut teori psikologi, suatu perilaku merupakan unsur respon dari suatu stimulus. Respon sendiri memiliki 3 jenis yaitu : menuju stimulus, diam terhadap stimulus dan menghindari stimulus. Jenis dan bentuk respon setiap orang akan berbeda tergantung dari pikiran, nilai, kepercayaan, informasi atau pengalaman seseorang. Namun jenis respon seseorang tidak hanya bergantung kepada pikiran, nilai, kepercayaan, informasi atau pengalaman seseorang saja, namun juga tergantung kepada “ energi “ dari hal-hal tersebut. Energi dari jenis respon terdiri dari 2 hal yaitu : seberapa penting dan seberapa mendesak hal-hal tersebut bagi di seseorang. Energi inilah yang melahirkan motivasi.
Energi kepentingan dan kemendesakan tersebut terdiri dari 4 kuadran. Kuadran 1 yaitu sesuatu itu penting dan mendesak, maka energi yang dihasilkan menjadi sangat besar,sehingga seseorang akan termotivasi untuk memberikan respon terhadap suatu stimulus. Kuadran 2 yaitu penting dan tidak mendesak, maka energi yang dihasilkan menjadi besar sehingga seseorang akan termotivasi untuk memberikan respon terhadap suatu stimulus. Kuadran 3 yaitu tidak penting dan mendesak, maka energi yang dihasilkan semakin kecil. Kuadran 4 yaitu tidak penting dan tidak mendesak, maka energi yang dihasilkan tidak ada, sehingga seseorang mengabaikan suatu stimulus.
Orang yang malas adalah orang yang tidak memiliki motivasi, yang artinya orang tersebut tidak memiliki pikiran atau nilai yang penting atau mendesak bagi dirinya atau bagi orang lain. Motivasi juga terdiri dari 2 hal yaitu motivasi dari luar dan motivasi dari dalam. Motivasi dari luar adalah energi yang diperoleh seseorang dari orang lain. Sedangkan motivasi dari dalam adalah energi yang diperoleh seseorang dari dirinya sendiri. Adakah seseorang yang tidak memiliki motivasi dalam hidupnya ? Setiap orang yang hidup akan memberikan respon terhadap suatu stimulus bahkan respon yang diam atau mengabaikan sekalipun. Seseorang yang tidak memberikan respon adalah orang yang mati. Orang yang tertidur pun akan memberikan respon jika diberi suatu stimulus, minimal stimulus tersebut dalam bentuk mimpi. Dengan demikian motivasi merupakan esensi dari suatu kehidupan.
Motivasi yang menggerakkan seseorang disebut dengan spirit. Dalam sejarah kekristenan, energi terbesar yang melahirkan motivasi yang menggerakkan pelayanan adalah Kristus. Kristus menjadi hal yang paling penting dan hal yang paling mendesak untuk diberitakan kepada dunia. Maka spirit kekristenan adalah Kristus. Seseorang disebut memiliki spiritualitas yang tinggi ditentukan oleh seberapa besar energi yang dimiliki seseorang dalam hal ini adalah Kristus. Semakin penting dan mendesak Kristus bagi seseorang, maka energinya semakin besar sehingga orang tersebut semakin spiritulitas. Kepentingan dan kemendesakkan Kristus bagi seseorang ditentukan oleh kedalaman relasi seseorang dengan Kristus.
Griya Pulih Asih “Pusat Pemulihan dan Pengembangan Diri”
Mendampingi Menggapai Potensi Efektif
Telp. :+62 857 9115 2570
Alamat : Jl. Tenggilis Mejoyo KA-12, Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Jawa Timur 60292, Indonesia
Email : griyapulihasih@gmail.com
Web : https://griyapulihasih.com
Ig :griyapulihasih (rumah pemulihan)
You Tube : Griya Pulih Asih
Layanan:
Psikotes
Pelatihan dan Seminar
Konseling dan Intervensi
Child Care Center “Griya Anak”