more"/> more">
“Aku harusnya ga ada di dunia ini, aku Cuma nyusahin orang lain”
“Bodoh banget aku..”
“Aku ndak akan bisa sehebat dia”
Ungkapan di atas biasa disebut Self Criticism ini seringkali mulai muncul dalam diri remaja. Suatu momen yang hadir saat mereka mempertanyakan identitas diri mereka. Kritikan akan diri ini muncul karena adanya suatu perasaan yang menolak diri, serta tidak nyaman akan keberadaan dirinya. Ia mengalami suatu tindakan menolak mencintai diri sendiri.
Selain kritik, pribadi yang seringkali tidak mencintai diri juga dapat merasa tidak pantas dicintai. Situasi perasaan demikian seringkali menekan kondisi psikologis yang berujung pada depresi. Ketika mereka tidak mencintai diri dan merasa tidak dicintai, mereka akan membatasi diri dalam interaksi sosial atau bertindak kurang tepat saat ada dalam relasi sosial.
Situasi “tidak cinta diri” ini tentu saja tidak terjadi tanpa alasan. Suatu emosi dan pikiran yang ada dalam diri seseorang dapat terbangun karena ada fondasi dan bahan pembuatnya. Bahkan sejak ada dalam kandungan, seseorang dapat membangun rasa tidak mencintai diri. Pada saat mengandung, ibu dapat memiliki suasana hati yang tidak positif sehingga secara tidak sadar menolak janin yang dikandungnya. Ataupun saat anak lahir, ibu mengalami sindrom baby blues. Kemudian Anak-anak yang tumbuh terbiasa dengan kritikan dapat membentuk memori yang mengkristal dalam hati dan otak. Lalu bagaimanakah kita membangun Cinta Diri?
Cinta diri atau Self-love menurut Khoshaba (2012) dalam Kusuma (2020) adalah kondisi ketika kita dapat menghargai diri sendiri dengan cara mengapresiasi diri saat kita mampu mengambil keputusan dalam perkembangan spiritual, fisik, dan juga psikologis. Bentuk apresiasi ini tentu saja suatu kondisi yang positif menilai diri.
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Prinsip yang terutama adalah suatu situasi dimana cinta diri ini tidak akan terwujud jika kita tidak mengenali kasih dan menerima keberadaan kasih tersebut. Allah adalah kasih. Dan saat kita tidak mengenali Allah yang adalah kasih, kita akan gagal untuk mengasihi termasuk mengasihi diri sendiri. “Setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah Kasih (1 Yoh. 4 : 7-8). Perkenalan yang lekat dengan Allah akan terwujud dalam relasi yang hangat dalam doa dan pendalaman firman Tuhan.
Setelah mengenal kasih itu, kita harus merasa dan mengalami kasih-Nya. Kita perlu merasa bahwa kita mendapat penghargaan yang sangat tinggi dari Tuhan Allah. Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa kita. Perasaan yang penuh akan cinta akan memampukan kita untuk mencintai diri. Yohanes 3 : 16.
Pengenalan diri juga menjadi bagian dalam proses untuk mencintai diri. Seorang individu yang dapat mengerti/mengenali potensi serta kelemahan diri akan mempermudah proses penerimaan diri (Self Acceptance). Pengenalan diri akan menolong individu tersebut untuk mengembangkan potensi kelebihannya dan juga mengelola kelemahan yang ada. Setelah individu mengenal, ia akan mulai berproses untuk menerima diri. Proses menerima diri secara pribadi juga tidak lepas dengan adanya penerimaan akan kelebihan dan kelemahan orang lain. Penerimaan diri secara positif juga akan berdampak dalam diri seseorang sehingga menciptakan self esteem atau self worth. Self Esteem adalah suatu penghargaan akan diri sendiri. Ia akan merasa puas dan nyaman dengan diri sendiri. Setelah individu tersebut merasa berharga, ia akan dengan mudah mencintai diri.
Bentuk Cinta Diri
Bentuk-bentuk mencintai diri akan ditunjukkan dengan sikap yang puas diri atau merasa nyaman dengan keberadaan diri yang ditunjukkan dengan perasaan bahagia. Selain itu, ia juga memiliki kepedulian akan diri sendiri terkait dengan kesehatan diri, kebersihan, waktu rehat, dsb. Seorang yang cinta diri akan berusaha untuk mengembangkan potensi dirinya secara nyaman dan positif. Seorang yang cinta diri akan lebih mudah terbuka dengan kritik, input dari lingkungan akan dijadikan sesuatu yang membangun bukan menekan. Ciri-ciri dalam mencintai diri juga nampak dalam sikapnya bergaul dengan pihak lain. Saat mencintai diri tercipta dengan tindakannya untuk dapat melibatkan diri secara aktif sehingga ada reaksi timbal balik yang menimbulkan emosi yang positif. Pengelolaan diri dalam bentuk cinta diri dapat memberikan manfaat yang mendalam bagi pengembangan diri individu.
Cara Mencintai Diri
Yuk! Kita mulai mencintai diri kita. Awal mulanya adalah kenali Allah dalam doa dan firman-Nya. Rasakan dalam bentuk reflektif diri betapa Tuhan mengasihi kita. Rasa syukur harus terus hadir sebagai bentuk ungkapan yang memberi rasa positif dalam diri. Hal ini disebut dengan Terapi Kebersyukuran. Dimulai dari membuat catatan rasa syukur sepanjang waktu kehidupan hingga dalam keseharian saat ini. Catat minimal 3 hal yang bisa disyukuri sepanjang hari. Cinta diri juga dapat dilakukan dengan mengembangkan potensi diri serta melakukan tindakan aktif terlibat dalam relasi sosial dengan sering memberikan pertolongan pada orang lain. Tindakan menolong orang lain menurut Emmons & Stern (2013) ternyata juga bagian dari kebersyukuran. Bentuk Cinta Diri juga dapat dilakukan dengan merawat diri dengan maksimal yang juga dapat dilakukan dengan berolahraga dan makan teratur. Mari kita terus mencintai diri sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada Tuhan yang memandang kita SANGAT BERHARGA.
(Ditulis oleh Rieka Intansari, M.Psi., Psikolog~Melayani di Griya Pulih Asih Surabaya)
Daftar Pustaka:
Kusuma, Ade Chandra. “Self-Love: Menghargai Diri Sendiri, Kalau Bukan Kamu Siapa Lagi?”. September 2020, Diakses pada 27 Februari 2022, https://satupersen.net/blog/self-love-menghargai-diri-sendiri-kalau-bukan-kamu-siapa-lagi
Emmons, R.A., & Stern R. 2013. Gratitude as a Psychoterapeutic Intervention. Journal of Clinical Psychology, 69 (8), 846-855.
https://doi.org/10.1002/jclp.22020.
Griya Pulih Asih “Pusat Pemulihan dan Pengembangan Diri”
Mendampingi Menggapai Potensi Efektif
Telp. :+62 857 9115 2570
Alamat : Jl. Tenggilis Mejoyo KA-12, Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Jawa Timur 60292, Indonesia
Email : griyapulihasih@gmail.com
Web : https://griyapulihasih.com
Ig :griyapulihasih (rumah pemulihan)
You Tube : Griya Pulih Asih
Layanan:
Psikotes
Pelatihan dan Seminar
Konseling dan Intervensi
Child Care Center “Griya Anak”