more"/> more">
Cinta secara umum diartikan sebagai sebuah kasih sayang yang dimiliki seseorang kepada orang lain. Cinta memiliki makna yang luas dan bahkan makna cinta bagi setiap orang bisa berbeda-beda dipengaruhi oleh kondisi dan latar belakang setiap individunya. Menurut seorang pakar Psikologi, motivasi didefinisikan sebagai proses internal yang mengaktifkan, menuntun dan mempertahankan perilaku dari waktu-ke waktu, berbuat atau melakukan sesuatu didorong oleh sebuah kekuatan dari dalam dirinya.
Pendapat lain tentang Cinta menurut Abraham Maslow adalah cinta merupakan proses aktualisasi diri yang mana dapat membuat orang melahirkan berbagai tindakan-tindakan kreatif dan produktif. Dengan adanya cinta, maka seseorang akan mendapatkan kebahagiaan jika mampu membahagiakan orang lain yang dicintainya. Dimana melahirkan berbagai tindakan-tindakan kreatif dan produktif ini merupakan pengertian lain dari motivasi. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa cinta mempengaruhi motivasi seseorang dalam berperilaku. Jika seorang individu mencintai individu lain, maka individu tersebut akan memiliki motivasi untuk berperilaku baik dan dapat mengupayakan berbagai hal demi individu yang ia cintai tersebut. Karena makna lain dari motivasi ialah sebuah dorongan yang menyebabkan individu berperilaku untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan keinginan individu tersebut. Begitu pula, jika kita mencintai diri kita sendiri maka kita akan termotivasi untuk bisa menjadikan diri kita sendiri menjadi lebih baik dan memiliki standar-standar hidup yang baik pula.
Hakekat motivasi dalam psikologi juga terdiri dari berbagai macam hal, salah satunya adalah faktor kebutuhan yang dimana salah satu penguraiannya adalah kasih sayang yang merupakan kebutuhan dasar manusia untuk dapat hidup di dunia ini. Hatfield mengatakan bahwa cinta dibagi menjadi dua hal, yakni kasih sayang dan gairah. Dimana makna kasih sayang ini didasari oleh perasaan dan tingkah laku saling menghormati, menghargai, keterikatan dan kepercayaan satu sama lain. Maka dapat dikatakan kembali bahwa cinta dan motivasi ini saling mempengaruhi.
Maka dari itu, tidak selalu cinta dan motivasi tersebut mempengaruhi hubungan dua individu. Namun, cinta dan motivasi juga dapat mempengaruhi satu individu, yakni diri sendiri. Seringkali, kita sebagai individu terlalu memaksakan hal yang tidak sepatutnya dilakukan atau dirasakan dalam menjalani kehidupan. Mencintai diri sendiri dan Memotivasi diri sendiripun bahkan juga lebih sulit dilakukan daripada harus mencintai dan memberikan motivasi kepada orang lain.
Ada banyak cara mudah seseorang untuk mencintai diri sendiri, pada hakekatnya motivasi cinta itu seharusnya dilakukan oleh diri sendiri terlebih dahulu. Misalnya, saat kita memenuhi kebutuhan kita sendiri, menyediakan waktu untuk diri sendiri atau yang biasa disebut “Me Time”, menyingkirkan pikiran negatif, dsb. Seringkali, rasa terlena kita yang terlalu fokus untuk memberikan cinta dan memotivasi orang lain, menjadi penghalang bagi kita sendiri untuk menyadari bahwa penting juga melakukan hal-hal tersebut untuk diri sendiri. Mengupayakan diri menjadi lebih baik adalah bentuk cinta kita terhadap diri dan memotivasi diri lebih untuk dapat melakukan segala sesuatu dengan sukacita.
Salah satunya orang yang bertanggung jawab untuk mencintai dan memotivasi dirimu adalah dirimu sendiri bukan orang lain.