more"/> more">
Kabar Ladang Surabaya - Merayakan Pengharapan di Tengah Ketidakpastian dalam Paskah Perkantas Surabaya 2026
Last Updated : Apr 24, 2026  |  Created by : Administrator  |  24 views

Di tengah rinai hujan di bulan April, 231 orang peserta dari berbagai kalangan merayakan Paskah bersama di Graha Berkat Bagi Bangsa. Acara tersebut ialah Paskah Perkantas Surabaya 2026, yang diselenggarakan pada Sabtu, 11 April 2026 dengan tema "In The Midst of Uncertainty". Ibadah ini dihadiri oleh staf Perkantas, beberapa siswa dan mahasiswa, alumni dan rekanan Perkantas.

Acara diawali dengan sambutan yang mengajak jemaat untuk saling memberi salam sebagai bentuk kehangatan. Dalam sambutan yang disampaikan oleh dr. Ivana Sajogo, beliau membagikan sebuah kisah tentang seseorang yang mengalami depresi akibat tidak memiliki pekerjaan. Di tengah keputusasaan, harapan muncul ketika ia mendapatkan panggilan wawancara kerja. Kisah ini menggambarkan bagaimana manusia seringkali menggantungkan harapan pada hal-hal yang tidak pasti. Melalui perayaan Paskah, jemaat diingatkan bahwa pengharapan sejati hanya ditemukan dalam Kristus, yang kasih-Nya melampaui segala kondisi.

Firman Tuhan  disampaikan Kak Akhung Berithel Ina, dengan mengambil renungan dari Yohanes 20:16–29. Beliau mengangkat kisah kebangkitan Yesus yang pertama kali disaksikan oleh Maria, di mana hal tersebut menjadi sebuah hal yang tidak lazim pada zaman itu karena kesaksian perempuan sering diragukan. Namun justru melalui hal yang dianggap lemah, Tuhan menyatakan kebenaran-Nya secara nyata.Kondisi para murid yang diliputi ketakutan dan kehilangan harapan setelah kematian Yesus, mencerminkan realitas hidup manusia masa kini yang penuh dengan ketidakpastian dan seringkali yang muncul adalah insting untuk bertahan hidup dan mengamankan diri sendiri.

Tubuh Yesus yang bangkit namun tetap memiliki bekas luka memeberikan pengharapan bahwa kelemahan, kerapuhan, dan luka dalam hidup manusia bukanlah akhir, melainkan menjadi tanda anugerah Allah yang nyata.

Saat Tomas meragukan kebangkitan Yesus, alih-alih menolak atau menghakimi, Yesus justru hadir secara pribadi baginya. Keraguan Tomas akhirnya berubah menjadi pengakuan iman yang paling tinggi, ketika ia menyebut Yesus sebagai "Tuhan dan Allah". Melalui kebangkitan Kristus, jemaat diingatkan bahwa di tengah ketidakpastian, terdapat damai sejahtera, sukacita, anugerah, serta panggilan untuk menjadi berkat bagi dunia. Pengharapan tidak lagi terletak pada kepastian hidup, melainkan pada Kristus yang telah bangkit.

Ibadah ditutup dengan doa syafaat, persembahan, serta pengumuman pelayanan Perkantas. Suasana sukacita juga terasa melalui pemberian penghargaan best costume kepada peserta. Pada akhirnya, seluruh rangkaian ibadah mengajak setiap jemaat untuk berani berjalan bersama Tuhan di tengah ketidakpastian, karena Allah yang disembah adalah Allah yang setia.


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES